October 5, 2022

Joe Biden Tanda Tangani Perintah Eksekutif Kripto

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat yaitu Joe Biden pada Rabu waktu setempat sudah resmi menandatangani perintah eksekutif perihal kripto. Perintah itu mengarahkan badan-badan di seluruh pemerintah federal untuk mengoordinasikan upaya untuk mengukur manfaat dan risiko yang di timbulkan oleh kepemilikan cryptocurrency.

Aset digital, termasuk juga cryptocurrency telah melonjak tinggi dalam popularitas beberapa tahun terakhir dan melampaui nilai harga USD 3 Triliun atausekitar RP 42 Kuadriliun pada November 2021, menurut fakta Gedung Putih. Sekitar dari 16 persen orang dewasa di Amerika, atau sekitar 40 juta orang atau lebih, telah berinvestasi, memperdagangkan, atau menggunakan kripto, kata pemerintah Amerika. Gedung putih memberikan perintah tersebut akan menginstruksikan berbagai lembaga pemerintah dan juga termasuk departemen Perdagangan dan Keuangan, untuk mengoordinasikan pendekatan federal mengatur aset digital.

“Inovasi keuangan dan inovasi teknologi yang mendasari lonjakan ini memiliki segenap potensi manfaat, akan tetapi risiko dan biaya semakin menjadi nyata,” ujarnya. Lebih lanjut, Deese menjelaskan, gedung putih membutuhkan struktur pemerintahan abad ke-21 untuk benar-benar mengatasi hal ini.

Banyak regulator dan badan pengawas, termasuk SEC, Commodity Futures Trading Commission dan Financial Stability Oversight Council, sudah menghabiskan waktu bertahun-tahun hanya untuk mencoba membootstrap kerangka
hukum yang ada untuk memantau pasar baru untuk Bitcoin, Ethereum, dan ribuan token serta aset lainnya, dan ada juga permainan slot yang tak kalah seru nya dengan Trading, permainan slot hanyalah untuk sekedar mencari kesenangan saja dan jika memang menang itu hanyalah bonus dari keberuntungan.

Namun, Investor dan pejabat parlemen juga mengatakan tindakan setengah-setengah seperti itu pun tidak cukup untuk mengawasi munculnya apa yang menjadi salah satu pasar terbesar di dunia, dan memposisikan AS sebagai pemimpin di bidang ini.

Selain semua hal di atas, dokumen tersebut juga memberikan kemungkinan bagi AS untuk mengeksplorasi Mata Uang Digital Bank Sentral (CBDC), mengakui bahwa lebih dari 100 negara telah melakukannya.

Perintah tersebut mengarahkan Pemerintah AS untuk menilai infrastruktur teknologi dan kebutuhan kapasistas untuk potensi CBDC AS sambil tetap melindungi kepentingan Amerika. Perintah tersebut juga mendorong federal Reserve untuk melanjutkan penelitian, pengembangan, dan upaya penilaian untuk CBDC AS.

Sebagai kesimpulan, dokumen tersebut mengungkapkan bahwa pemerintas AS juga akan terus bekerja dengan lembaga dan dengan Kongres untuk memberikan kebijakan yang dapat di tindaklanjuti yang melindungi investor dan memandu inovasi yang bertanggung jawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published.